Parapuan.co - Bisnis impor masih menjadi sektor yang menjanjikan. Tingginya kebutuhan konsumen dan ketersediaan sumber daya di berbagai negara membuka peluang besar bagi para pebisnis untuk mendatangkan produk dari luar negeri, termasuk China, yang dikenal sebagai pusat manufaktur dunia.
Tidak sedikit importir atau jasa titip (jastip) Indonesia yang berhasil meraih keuntungan fantastis, bahkan lebih dari 100 persen, dengan mengimpor barang dari China.
Meski begitu, banyak orang yang masih ragu untuk terjun ke bisnis ini karena menganggap prosedurnya rumit, khususnya dalam aspek administrasi dan regulasi.
Khusus untuk Kawan Puan yang ingin menggeluti bisnis ini, mitra importir China, Ducking.id, membagikan panduan lengkap untuk memulai bisnis impor barang dari China dengan mudah dan praktis. Berikut rinciannya.
Memilih platform marketplace yang tepat merupakan langkah yang krusial dalam menjalankan bisnis impor.
Ada beberapa marketplace terkenal asal China yang banyak digunakan oleh importir Indonesia. Pertama, Alibaba yang cocok untuk pembelian dalam jumlah besar (grosir).
Kedua, AliExpress yang bisa digunakan untuk pembelian eceran. Namun, sejak 2023 AliExpress telah diblokir di Indonesia.
Ketiga, 1688 dan Taobao yang dapat menjadi alternatif terbaik untuk mendapatkan harga murah, meski pembelian dilakukan dalam jumlah kecil.
Bagi pemula yang ingin mencoba bisnis impor, marketplace seperti 1688 dan Taobao lebih direkomendasikan karena memungkinkan transaksi tanpa harus memesan dalam jumlah besar.
Kedua marketplace ini memudahkan transaksi tanpa perlu memesan dalam jumlah besar, sehingga lebih fleksibel dan menguntungkan bagi pelaku usaha baru.
Baca Juga: Mengenal Kuliner Masyarakat Adat, Minim Bumbu tapi Kaya Rasa
Pengiriman barang dari China ke Indonesia bisa dilakukan melalui dua jalur, yakni lewat laut dan udara. Ada kelebihan dan kekurangan dari kedua opsi pengiriman tersebut. Pengiriman lewat laut memang lebih murah, tetapi memakan waktu lebih lama. Sebaliknya, pengiriman lewat udara lebih cepat, tetapi biayanya mahal.
Penulis | : | Yasmin FE |
Editor | : | Sheila Respati |
KOMENTAR