Parapuan.co – Merapikan struktur gigi menggunakan behel gigi merupakan proses panjang yang membutuhkan kesabaran.
Bahkan ketika behel sudah bisa dilepas, proses belum sepenuhnya berakhir. Pasien masih perlu menggunakan alat bernama retainer yang bisa dipasang oleh dokter gigi terdekat.
Retainer berfungsi untuk mempertahankan posisi gigi setelah perawatan behel selesai. Tanpa retainer, gigi yang sudah rapi bisa kembali ke posisi semula atau mengalami pergeseran yang tidak diinginkan.
Untuk informasi yang lebih detail, yuk simak penjelasan berikut.
Setelah behel dilepas, gigi masih dalam proses penyesuaian. Tulang dan jaringan di sekitar gigi membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan posisi baru.
Tanpa retainer, gigi dapat bergerak kembali ke posisi semula, yang membuat perawatan ortodonti menjadi sia-sia. Tentunya hal ini membuat penggunaan behel selama bertahun-tahun menjadi sia-sia.
Baca Juga: Ini yang Akan Terjadi Jika Masalah Gigi Berlubang Tak Segera Diobati
Behel bekerja dengan memberi tekanan pada gigi agar berpindah ke posisi yang diinginkan. Namun, setelah tekanan tersebut hilang, gigi cenderung mencari keseimbangan baru yang bisa berbeda dari posisi yang sudah diperbaiki.
Nah, retainer berfungsi untuk menjaga gigi tetap pada posisi yang sudah diperbaiki dan mencegahnya bergeser kembali.
Gigi yang tidak berada pada posisi ideal dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti kesulitan menggigit, berbicara, atau bahkan nyeri rahang. Dengan menggunakan retainer, Anda bisa memastikan gigi tetap sejajar dan berfungsi dengan baik.
Tanpa retainer, banyak orang akhirnya harus menjalani perawatan ortodonti ulang. Hal ini tidak hanya memakan waktu tetapi juga membutuhkan biaya besar. Oleh karena itu itu, penggunaan retainer bisa menjadi investasi jangka panjang untuk menjaga kesehatan dan kerapian gigi.
Baca Juga: Kenali Manfaat dan Kekurangan Veneer Gigi, Perawatan Viral di TikTok
Penulis | : | Yussy Maulia |
Editor | : | Sheila Respati |
KOMENTAR